Break News

Sticky Grid(3)

teknologi

wisata{#d70f81}

olahraga{#fcb315}

internasional{#32bba6}

nasional{#1BAEE0}

LATEST POSTS

PT DI akan Ikut Produksi IFX dan Rafale?

item-thumbnail
Bukan hanya diundang menyaksikan peluncuran prototipenya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dikabarkan juga memberi nama jet tempur KFX yang pengembangannya bekerja sama dengan Indonesia (versi Indonesia adalah IFX).

Dilaporkan biz.heraldcorp.com, nama jet tempur tersebut terucap saat Menteri Pertahanan Prabowo bertemu Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, Kamis 8 April 2021.

Seperti dilansir indomiliter, nama yang diucapkan Prabowo untuk jet tempur tersebut adalah KF-21 Boramae.

Hingga kini belum diketahui pasti apa filosofi di balik nama tersebut sehingga menarik untuk terus menyimak pengembangan pesawat tempur tersebut.

Prabowo dan sekitar 20 pejabat Indonesia dijadwalkan menyaksikan peluncuran prototipe KFX/IFX (Indonesia Fighter Experiment) di Pabrik Korea Aerospace Industries, Jumat 9 April 2021 ini.

Dikabarkan Indonesia akan mendapat prototipe KFX/IFX yang bisa dikembangkan di PT Dirgantara-Indonesia.

Jika pembuatan jet tempur itu benar-benar dilakukan berarti Angkatan Udara Indonesia akan semakin kuat.

Saat ini, Indonesia sudah pasti akan mengakuisisi 48 jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation.

Kemungkinan besar pesawat itu juga diproduksi di PT Dirgantara-Indonesia Bandung. Beberapa kali pejabat Dassault Aviaton sudah melihat fasilitas industri strategis nasional tersebut. (Baca selengkapnya)
Baca selengkapnya »

Yuzhmash, SpaceX nya Ukraina yang Bisa Produksi Roket Antariksa dan ICBM

item-thumbnail
Yuzhmash merupakan BUMN Ukraina yang bisa disebut sebagai SpaceXnya negara tersebut yang baru saja kehilangan Krimea dicaplok Rusia.

Saat masih bagian dari Uni Soviet perusahaan ini memproduksi ICBM dan roket antariksa dengan mandiri.

Pasca kemerdekaan, Ukraina tidak memiliki program antariksa yang kuat sehingga Yuzhmash hanya sebagai produsen suku cadang roket yang digunakan oleh Rusia, Eropa (ESA) dan AS.

Saat konflik terjadi dengan Rusia, praktis Yuzhmash kekurangan pelanggan karena pasar AS dan Eropa juga tidak terlalu menjanjikan.

Diduga banyak pensiunan karyawan Yushmash direkrut oleh Tiongkok dan Korut yang sekarang industri antariksanya lumayan berkembang.

Jika saja Ukraina punya program seperti Starlink, maka negara ini tak perlu berharap dari fluktuasi pasar untuk survive.

Jika Starship dan New Glenn yang diproduksi SpaceX dan BlueOrigin sukses terbang, teknologi Yuzhmash akan menjadi sangat kadaluarsa di pasar komersil.

Kecuali Yuzhmash bisa bekerja sama dengan UAE, Arab Saudi atau Brazil yang memiliki program luar angkasa tapi tak punya infrastruktur.

Baca selengkapnya »

Setelah dengan Lebanon dan Teluk, Suriah Bakal Dirikan Bank Bersama dengan Iran

item-thumbnail
Suriah saat ini membutuhkan kerja keras untuk membangun kembali negaranya.

Salah satu caranya adalah dengan memperkuat sistem keuangan dan perbankan mereka.

Bekerja sama dengan Lebanon, Sueiah sudah memiliki Syrian-Lebanese Bank. Dan dengan negara-negara teluk sudah punya Syria-Gulf Bank.

Dalam waktu dengan Syria-Iran Bank akan segera terbentuk untuk menampung dana investasi dari Iran di Suriah.


Baca selengkapnya »

Tiongkok Produksi Kapal Selam Raksasa Kelas Sun Tzu Tipe-100 Lebih Besar dari Typhoon Uni Soviet

item-thumbnail
Tiongkok dilaporkan telah berhasil membangun kapal selam Sun Tzu Class Type-100 yang ukurannya leebih besar dari kapal selam terbesar dunia Typhoon yang pernah diproduksi Uni Soviet.

Keberhasilan Tiongkok ini dinilai teejadi menyusul suksesnya Beijing mengupgrade teknologi kapal selam mereka menjadi lebih senyap.


Informasi ini menjadi artikel ' April Fools' dari Navalnews untuk memperingati 1 April sebagai hari lelucon.

Baca selengkapnya »

Pakistan's Space Agency Wants to Launch Its First Astronaut into Space by 2022

item-thumbnail
Pakistan said on Thursday it aims to send its first astronaut into space by 2022 and will begin selecting candidates next year.

Neighbour and long-time rival India put its first astronaut into space in 1984 as part of a Soviet-led mission. It launched a rocket, Chandrayaan 2, into space on Monday in an attempt to safely land a rover on the moon, its most ambitious mission yet.

Pakistan’s program announced 50 years after the U.S. Apollo 11 mission put the first man on the moon, marks a new departure after focusing on developing communication satellites.

“This will be the biggest space event of our history,” Science and Technology Minister Chaudhry Fawad Hussain said in a tweet.

Baca selengkapnya »

UAE Hopes This Tiny Lunar Rover will Discover Unexplored Parts of the Moon

item-thumbnail
It is an elite club of just three nations: the US, Russia and China -- the only countries to successfully land a spacecraft on the moon. Now, the United Arab Emirates is trying to join them, announcing an unmanned moon mission planned for 2024.

The UAE's mission is designed as a stepping stone towards the exploration of Mars, which the Gulf nation is targeting with its Mars 2117 project. Earlier this year, the project took off with the launch of a probe -- named Al Amal, or "Hope" -- due to reach the red planet's orbit in February 2021.

The new lunar mission involves a small rover, to be built entirely at Dubai's Mohammed Bin Rashid Space Center (MBRSC). Inaugurated in 2006, the center has already designed and built Earth-orbit satellites under an all-Emirati team, but the rover is its most ambitious technological undertaking to date.

Baca selengkapnya »

North Korea's Lunar Exploration Program (NKLEP)

item-thumbnail
As already disclosed back in 2012, North Korea's Lunar Exploration Program (NKLEP) will start with an Orbiter. Landers are expected to follow. While permanent bases have been depicted in New Year's show.

Moreover, like Italy, Japan, Germany, India, Israel, South Korea, Spain, etc, it is common practice to test dual-use civilian-military space technologies under the guise of space explorations.

Please note that under the guise of "civilian research and demonstration platform", Japan has tested live and perfected with the tacit connivence of the U.S. its warhead reentry technologies.

With last year's Hayabusa-2 Asteroid Sampling Return mission successful recovery of a Reentry Vehicle at the speed of the second cosmic velocity, Japan concludes a second demonstration of dual-use civilian-military technology. Under the nose and applause of the international community.

Baca selengkapnya »
Postingan Lama
Beranda